Langsung ke konten utama

ARTIKEL 3 AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

 Jenis Standar Panduan Audit SI

        Standar Audit Teknologi merupakan batasan minimal bagi Auditor Teknologi guna membantu dalam menetapkan tahap-tahap Audit Teknologi serta prosedur yang harus dilaksanakan atau diterapkan dalam rangka pencapaian tujuan Audit Teknologi. 
Standar Audit Teknologi bertujuan untuk: 
  • menetapkan prinsip-prinsip dasar bagi pelaksanaan Audit Teknologi; 
  •  menyusun suatu Kerangka Kerja dalam pemberian layanan jasa Audit Teknologi, guna menambah nilai kepada organisasi yang diaudit (auditee) melalui perbaikan proses dan operasionalnya; 
  • menyusun dasar dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Audit Teknologi dan untuk mendorong rencana perbaikan. 
Kode Etik dan Standar Audit Teknologi diterbitkan oleh institusi pelaksana Audit Teknologi.
Penerbitan Kode Etik dan Standar Audit Teknologi bertujuan untuk: 
  • menjelaskan pengertian dari Audit Teknologi; 
  • Menetapkan Kode Etik yang harus dipatuhi dan diterapkan oleh Auditor Teknologi;
  • Menentukan Standar Audit Teknologi sebagai arahan minimal dalam pelaksanaan Audit Teknologi. 
    
        Endorsement- Kode Etik dan Standar Audit Teknologi ini telah ditetapkan dengan melewati serangkaian diskusi dan konsultasi, disetujui untuk diterapkan oleh organisasi/institusi pelaksana Audit Teknologi. Apabila Kode Etik dan Standar ini tidak dapat dipatuhi, maka harus dibuat disclosure (penjelasan) yang memadai.

        Dokumen ini diperuntukkan bagi Auditor Teknologi dan Organisasi atau Institusi yang memberikan layanan jasa Audit Teknologi. Kode Etik dan Standar Audit Teknologi bersifat mengikat dan harus ditaati oleh setiap Auditor Teknologi agar setiap hasil kerjanya dapat dipercaya dan memenuhi kualitas yang ditetapkan oleh Organisasi/Institusi. 
        Seluruh aktivitas dalam pelaksanaan Audit Teknologi harus mengacu pada definisi dari Audit Teknologi. Pelanggaran terhadap Kode Etik dan Standar Audit Teknologi oleh Auditor Teknologi akan dievaluasi dan ditindaklanjuti berdasarkan aturan yang berlaku. Sanksi diberikan oleh Komite Etik, dapat berupa salah satu atau gabungan dari: 
  • Teguran tertulis; 
  • Pembuatan Surat Pernyataan oleh yang bersangkutan mengenai kesediaan untuk kembali mematuhi Kode Etik dan Standar Audit Teknologi yang berlaku dan jaminan bahwa pelanggaran tersebut tidak terulang kembali; 
  • Usulan pemberhentian dari tim Audit; 
  • Tidak diberi penugasan selama jangka waktu tertentu; 
  • Penundaan pemberian Sertifikat Auditor Teknologi; 
  • Pencabutan Sertifikat Auditor Teknologi. 

        Pengecualian untuk tidak menerapkan Kode Etik dan Standar Audit Teknologi dimungkinkan dengan mengajukan permohonan pengecualian secara tertulis kepada Komite Etik sebelum auditor teknologi terlibat dalam pelaksanaan suatu aktivitas audit teknologi. Pengecualian hanya dilakukan atas situasi yang telah direncanakan, bukan secara spontan pada saat kejadian berlangsung. Pengecualian tidak diperkenankan ketika pelanggaran atas Kode Etik dan Standar Audit Teknologi telah dilakukan.

Sumber : Terpercaya
#BerbagiItuIndah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS Peng. Animasi & Desain Grafis #

Tugas Kelompok AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI (Contoh Kasus Audit)

  KASUS AUDIT UMUM PT KAI      Menerapkan proses GCG (Good Corporate Governance) dalam suatu perusahaan Pembedahan kasus-kasus yang telah terjadi di perusahaan atas proses pengawasan yang efektif akan menjadi pembelajaran yang menarik dan kiranya dapat kita hindari apabila kita dihadapkan pada situasi yang sama. Bukan suatu proses yang mudah. Diperlukan konsistensi, komitmen, dan pemahaman yang jelas dari seluruh stakeholders perusahaan mengenai bagaimana seharusnya proses tersebut dijalankan. Namun, dari kasus-kasus yang terjadi di BUMN ataupun Perusahaan Publik dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa penerapan proses GCG belum dipahami dan diterapkan sepenuhnya.       Salah satu contohnya adalah kasus audit umum yang dialami oleh PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI). Kasus ini menunjukkan bagaimana proses tata kelola yang dijalankan dalam suatu perusahaan dan bagaimana peran dari tiap-tiap organ pengawas dalam memastikan penyajian laporan keuan...